Hai (beberapa) Buzzer XL. kalian sehat?

45 comments
Semua orang menangisi kepergian Julia Perez. Baik sesama artis, orang biasa, pecinta sepak bola, hingga para pemain bola. Sialnya, di balik kabar duka tersebut masih ada orang yang masih mencoba mengambil keuntungan di media sosial, yang biasa kita kenal dengan sebutan buzzer.

 Entah dari mana asal muasal buzzer dan entah siapa pula pencetusnya. Yang jelas mereka telah masuk ke sendi-sendi kehidupan bersosial media kita semua. Hal ini memang tak lepas dari kejelian merk-merk ternama yang melihat potensi besar sebagai media promosi ampuh abad ini. Celakanya, bal-balan para buzzer di media sosial makin tidak beretika.
image: merdeka.com

Dengan kontrak yang – tampaknya sangat panjang mau tak mau membuat si buzzer memutar otak 360 derajat untuk mencari tema apa yang hendak dijadikan objek twit berbayar mereka. Salah satu yang mencengangkan adalah kabar duka perihal meninggalnya artis Julia Perez yang ternyata jadi bahan empuk si buzzer memproklamirkan kedahsyatan produk yang mereka jual.

Saya juga tidak paham apakah buzzer-buzzer ini di briefing terlebih dahulu oleh si empunya brand sebelum fardhu ain ngebuzz dilaksanakan, atau mereka memiliki grup WA untuk saling mengkoordinir anggota lainnya dalam tugas sehari-harinya. Entahlah. Yang jelas beberapa dari mereka sudah sangat keterlaluan.

kabut duka d kalangan seleb ind, Kak Jupe yg tangguh n ceria pulang k Rahmatullah #RIPJupe. Langsung tahu dr aksesXL berita & internet lancar.” Demikian twit akun bernama @cputriarty. Tidak ada satu huruf atau tanda baca yang saya ubah dari yang mba ini twit.

Dan yang tak kalah kampretnya adalah twit beberapa waktu lalu, yang lagi-lagi berasal dari buzzer provider yang sama, berbunyi; “innalillahi wainnailaihirojiun, pagi2 dapet info musibah di Garut banjir lg dan ada korban jiwa, pake XL jadi Cepat dpt infonya dr teman.” seru akun bernama @AlfanRenata. Lagi, tidak ada satu huruf dan tanda baca yang saya ubah dari yang aa ini twit.

Betapa bedebahnya kedua orang ini sampai-sampai kabar duka dijadikan objek ambil untung mereka. Apakah di Indonesia tidak ada kejadian lain yang lebih pantas untuk dijadikan bahan promosi sebuah brand? Atau mungkin kedua manusia ini tidak ada saudara, teman, friend zone, pacar, mantan, temannya pacar, mantan temannya pacar, pacar yang kemudian jadi teman, teman yang kemudian jadi pacar, untuk dijadikan bahan twit XL nya?

Misal; “nggak nyangka puluhan tahun temenan sekarang aku bisa jadian sama kamu. Semua ini berkat jaringan XL yang super cepat tanpa PHP. Coba 20 tahun lalu aku pake XL, mungkin sekarang anak kita udah pake XL juga.”

Atau kenapa lau berdua nggak manfaatin bulan suci yang penuh rahmat dan cerita ini menjadi lumbung rekening buzz kalian selama sebulan penuh tanpa harus keluar dari koridor-koridor Ramadhan.

Misalkan lagi; “berkat internet super dahsyat dari XL, jualan takjil ku lebih laku dari pada jualan provider tetangga sebelah. Terima kasih XL.” Atau jika twit kalian mau lebih bertenaga bisa begini; “berbulan-bulan menetap di Arab, akhirnya Habib Rizieq mau pulang ke Indonesia setelah di WA sama Firza pake nomor XL yang enggak ada matinya.”

Saya rasa, twit-twit seperti ini lebih bisa diterima pengguna sosial media. Ya setidaknya mereka terhibur hatinya dan tidak membayangkan botol berisi satu liter bensin sebagai extra joss segar selama menjalankan ibadah puasa.

 Oh mba, oh aa, kenapa kecil sekali lingkar otak kalian sehingga dua contoh receh yang saya paparkan tidak terpikir sedikitpun dibenak kalian? Hambok ya bodoh jangan segitunya lah. Atau jangan-jangan, mungkin kalian buzzer spesialis bencana? Sehingga merasa perlu mengaitkannya di setiap jualan kalian?

Hal lain yang menjadi ketakutan saya adalah antum berdua, atau mungkin brand di tempat kalian bernaung akan merasa bahagia tatkala berita duka datang menghampiri kita semua. Bagaimana tidak, setiap ada bencana atau kabar duka, saya mulai membayangkan kalian akan mengolah jempol-jempol manis kalian dengan senyum merekah karena menemukan objek baru memanen rupiah.

Selaras dengan kedua buzzer di atas,orang-orang yang nge retweet cuitan mereka (kebanyakan buzzer juga) sama bedebahnya. Bodoh tiada tara.
  
Terakhir. Buat siapapun yang berwenang di XL, hambok ya dididik lho buzzernya. Jangan cuma dilihat dari jumlah followernya saja. karena tidak menutup kemungkinan itu follower beli semua.

Saran saya hanya satu buat antum berdua. mikir!!!


Next PostPosting Lebih Baru Previous PostPosting Lama Beranda

45 komentar:

  1. Ouwhhh... Langsung tahu.. Dari kemarin kepo banget. >.<

    BalasHapus
  2. Wanda bedebah! Kamprettttt. Show off banhet lho dia 😂😂😂😂😂😂. Gue udah sembunyi2 diabmalah.. ampun daj 😂😂😂👊

    BalasHapus
  3. Saya kadang cuma berucap "Ya Allah gini amat nyari duit" :-)

    BalasHapus
  4. Wakwakwak.
    Wadafak kau abaaang. Aku udah kesel dari zaman kecoa belajar terbang, eh ini beneran dituangin.
    Saya share ya bang yak. Hahahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahah. Harus digituin sekali-kali

      Silakan lah kak

      Hapus
  5. AINK PENGEN NULIS KAYA BEGINI, LAH, BOLEH!!??

    BalasHapus
    Balasan
    1. BOLEH. TAPI HARUS LEBIH KAMPRET YA TULISANNYA

      Hapus
  6. Kelihatan kezel banget ya Kak? Btw, saya baca contoh2 twit buzznya bagus juga. Kalau boleh tahu Abang buzzer provider apa ya? ;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah bukan buzzer apapun :)

      Hapus
    2. Mau ditawarin ngebuzz produk Borneo ya bang??

      Hapus
    3. Ga masuk kategori saya untuk dijadikan buzzer orang2 seperti ini Mas Eko :-D

      Hapus
  7. Weih parah euy. Wkwk. Ujung ujungnya emang duit. Biar tetep dapet profit yang gede, jalan seburuk apapun bakal dilaluin :D

    BalasHapus
  8. Sejauh ini gue belum mau jadi buzzer provider. Gue pakai Indosat sama Bolt, terus promosiin produk lain? Gila kali, ah!

    Kadang buzzer banyak yang nggak ada etikanya, sih. Hari ini promosiin biru, nggak ada sebulan udah promosiin merah. Atau ijo. (IJO APAAN WOY?) wqwq. Bukannya gimana, ya, namanya menjalin kerja sama. Seharusnya kita hargai klien sebelumnya. Jangan otaknya duit mulu. Apalagi bawa-bawa bencana untuk komersil. Kadang, hal kayak gitu bisa mematikan nurani. :(

    Semoga Mas Wanda nggak gitu, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, menurut gue, etika menjadi buzzer salah satunya adalah tidak mempromosikan produk yang bersaing dalam waktu yang berdekatan.

      Jika memungkinkan untuk membagikan pengalaman pribadi, itu yang terbaik. Atau jika dirasa sulit, setidaknya mengiklankan dengan cara yang tidak berlebihan.

      Hapus
    2. Sampe sekarqng ga kepikiran jadi buzzer sih gw.

      Dan emang banyak ya tipe buzzer begitu. Ngambil semua job berbeda diwaktu nyaris sama

      Hapus
  9. Saring before sharing.
    Baru kenal dunia buzzer, dan ternyata seperti ini toh ya.

    BalasHapus
  10. Bang Wanda, aku izin share boleh? :')

    BalasHapus
  11. Waahh, spechless, mudah2an ini bisa jadi bahan renungan buat para buzzer ya.

    BalasHapus
  12. Meskipun kita rival klub, saya setuju mas dengan opini mas Wanda diatas.. entah kenapa saya agak eneg lihat Timeline kalau isinya udah dari XL dan Indosat yang sama² black campaign dan kadang tidak mendidik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. (((MESKIPUN KITA RIVAL KLUB)))

      Eh, Indosat ada juga, ya Mas?

      Hapus
    2. Waduuuuh klub rival ternyata selama ini mas Tomi. Hahaha

      Untung gaada buzzer indosat di TL ku haha

      Hapus
  13. di kampungku malah ga ada sinyal XL
    hihiii

    BalasHapus
  14. Masukannya berharga, Mas. Jadi koreksi buat teman-teman buzzer. Tapi antum tentu tahu kalau nasihat baik akan lebih oke lagi kalau disampaikan secara baik-baik. Apalagi nggak pake kata-kata yang tidak pantas seperti misalnya "bedebah." Kecuali bagi antum itu kata-kata sehari-hari, saya nggak ngerti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masukan diterima mas. Awalnya memang mau begitu. Tapi ya mikir lagi sih saya nya pas baca lagi twit mereka. Hehehe

      Hapus
  15. Gila ya memang, momen duka aja bisa dijadikan sarana promosi dengan memanfaatkan buzzer. Ada hastagnya pula... haduh,bener-bener nggak sehat..

    BalasHapus
  16. Kenal di medsos sama dua orang itu terutama si mbaknya, sudah sering banget melihat statusnya menjelekkan, ya biarlah mereka yg menuai, jadi catatan tersendiri tentunya buat pemberi jasa or agency

    BalasHapus
  17. Gilaaak... Kurang kampret Wan tulisannya.. Kali ini gw ga akan japri.. *eh

    BalasHapus
  18. Skrg malah menyerang provider sebelah di fanspagenya,sungguh terlalu.

    BalasHapus
  19. Mungkin karena ini proposal buzzer gw nggak dianggap.. #followerkecil ahsudahlah.. :) bahagia dengan yang ada, walau sekedar teman semata..

    BalasHapus
  20. *mia baru baca*
    HAHAHAHAHAHAHAH INI POSTINGAN TERUNTUK MEREKA YANG MUAK DENGAN BAJER.
    Tiap hari, main ritwit segala yakan, timeline twitter seorang blogger di tahun 2017 tak seindah timeline twitter di tahun sebelumnya.

    BalasHapus
  21. Karena tulisan ini, XL makin terkenal ya, kan jadi viral :)

    BalasHapus
  22. Boleh ketawa ?
    Ngebuzz pas di kota bilang jaringan kuat dan kenceng...
    Pas pulkam update status gak ad sinyal atau lemot...
    Namnya jg buzzer ...

    BalasHapus
  23. GILAK GILAK KAK WANDA GILAK! Aku baru baca ini dan... terima kasih sudah mewakili umpatan-umpatan yang ingin aku keluarkan. :))

    BalasHapus
  24. Yang kek gitu yang bikin sekarang jadi males buka twitter :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mba. kalo pun buka mestilah kesel liat rangorang itu

      Hapus
  25. Akhirnya ada juga yang bikin post kayak gini.. Dari kemarin-kemarin lho gue nungguin. Yeuh, setidaknya keresahan gue terwakili :))

    BalasHapus