Senin, 28 September 2015

Mewanti Barcelona Lewat Catalonia

Awal pekan ini, kita dikejutkan dengan kabar Catalonia akan mengadakan pemilihan umum, atau dengan kata lain Referendum yang bertujuan untuk memilih apakah rakyat Catalan ingin merdeka atau tetap dibawah naungan negara Spanyol.

Dalam perjalanannya, kabar ini bukanlah suatu hal mengejutkan, karena memang wacana Catalonia merdeka sudah terdengar dari jauh-jauh hari, bahkan bertahun-tahun.  Jika referendum benar-benar dilaksanakan, dan penduduk Catalonia memilih merdeka, maka akan banyak perubahan yang terjadi baik segi ekonomi, sosial, politik, dan pastinya sepak bola.

Kota Barcelona memang sejak dulu sudah di anak tiri kan oleh kerajaan Spanyol yang hanya menimang Madrid, ibukota negara sebagai putra kesayangan. Sedangkan Catalonia seolah diperbudak oleh pemerintah, mereka dijadikan sapi perah, terutama selama masa kepemimpinan Jenderal Franco yang merupakan tokoh politik kanan tersadis Eropa pada masanya. Penduduk Catalan yang mayoritas berasal dari kaum proletar tentu sangat membenci kepemimpinan Franco yang borjuis  dan tak kenal belas kasih menindas pihak-pihak yang tak sepaham dengannya.

Selain kesengsaraan rakyat Catalan secara umum, club sepak bola mereka, Barcelona, juga tak lepas dari perhatian sang jenderal. Mulai dari lambang club, gelar juara, peraturan-peraturan, semua diatur olehnya. Tercatat, selama masa kepemimpinan Franco, Barcelona sudah tiga kali berganti logo club dan entah berapa kali pula mereka dicurangi ketika hendak menjadi juara.

Ya, daerah Catalonia memang mempunyai club besar yang dijadikan lambang perjuangan rakyatnya, FC Barcelona. Club besar dengan sejarah besar, dan pemain besar pula. Tak ada yang meragukan kehebatan Barcelona, terlebih dalam lima tahun terakhir mereka berhasil dua kali meraih treble juara. Pertanyaan kemudian pun muncul kepermukaan jika Catalonia benar-benar merdeka, bagaimana nasib Barcelona di La Liga Spanyol? Lalu, apakah keikutsertaannya di liga Champions akan terganggu dengan kemerdekaan mereka?

Pembagian liga dalam sepak bola memang akan menjadi masalah pelik yang akan dihadapi otoritas sepak bola Spanyol, karena tidak hanya melibatkan Barcelona, masih ada Espanyol yang juga berasal dari Catalan,belum lagi beberapa club yang berada di Segunda Division seperti Girona FC, UE Llagostera, CE Sabadel, dan beberapa club yang berlaga di divisi lebih bawah lagi. Total terdapat 80 club sepak bola yang berasal dari Catalonia.

Presiden LFP, Javier Tebas, menegaskan bahwa jika Catalonia merdeka, maka Barcelona otomatis harus keluar dari liga Spanyol. “jika Spanyol terpecah, maka La Liga juga akan pecah. Semoga kita tidak akan pernah melihat kekonyolan itu,” cetus Tebas lewat akun twitternya.

Pernyataan ini pun langsung dibantah oleh pihak Barcelona, melalui presiden club, Jose Maria Bartomeu menegaskan bahwa Barcelona tidak akan terpancing dengan isu politik negara, dan tak ingin terlibat dalam situasi politik apapun. “kami tidak akan terlibat kampanye pemilihan umum. Kami hanya fokus pada olahraga, bukan kampanye politik. Saat ini kami akan netral,” sambut Bartomeu dalam sebuah jumpa pers.

Sepertinya, pernyataan Bartomeu tersebut hanya bersifat pribadi saja, tidak mewakili fans Barcelona secara keseluruhan. Jika menilik kebelakang, setiap tahunnya fans Blaugrana tidak henti-hentinya mengumandangkan kemerdekaan Catalonia, baik diluar maupun di dalam sepak bola. Banner raksasa yang mengitari stadion Nou camp “Catalonia is Not Spain” atau “ Don’t Speak Spain, Speak Catalan” menjadi bukti bahwa fans Barcelona sangat ingin berpisah dari Spanyol. Bendera La Senera – lambang daerah Catalonia pun semakin kencang berkibar jika Barcelona menjamu Real Madrid dikandang.

Sejak beberapa musim lalu pun, Barcelona tak pernah henti mengeluarkan Jersey away yang terinspirasi dari bendera senyera. Sudah tiga tahun berturut-turut pula ( koreksi jika saya salah ) El Barca tak pernah meninggalkan jersey bergaris merah-kuningnya tersebut. Dalam hal ini saja, jelas terlihat jika pihak club pun seakan mempelopori kemerdekaan bangsa Catalan.

Mari kita berandai-andai, jika pada akhirnya Catalonia benar-benar merdeka, dan Barcelona diusir dari La Liga, apakah pemain sekaliber Lionel Messi, Neymar, Luis Suarez tetap membela Los Cules? Belum lagi bintang mereka lainnya. Hal ini memang patut dipertanyakan, karena mereka belum tentu bersedia membela Barcelona di Liga Catalonia, yang notabene hanya di isi club antah berantah. Apakah mereka rela bermain di Liga baru yang belum di akui FIFA dan UEFA? Bukan tidak mungkin pula jika putra daerah semacam Andreas Iniesta, Pique, Jordi Alba juga ikut hengkang karena enggan turun level bermain di liga baru yang hanya dihuni club yang mungkin berada tiga atau empat kasta dibawah mereka.

Jika cinta tak mengenal logika, sah-sah saja mereka akan tetap membela Barcelona, apapun yang terjadi. Tapi dalam sepak bola yang semakin mengedepankan uang, logika semakin terpinggirkan, terlebih lagi cinta yang semakin tak bernilai. Saya berani bertaruh jika semua ini terjadi, maka seluruh pemain Barcelona akan berbondong-bondong meninggalkan Nou Camp. Kekuatan uang pun tak akan mampu menghambat kepergian mereka, karena disaat bersamaan, sponsor club bisa saja ikut-ikutan meninggalkan Barcelona.

Ya, kemungkinan lain yang terjadi adalah mereka juga akan ditinggal sponsor yang selama ini menyokong kebutuhan club. Sponsor yang notabene hanya mengincar keuntungan semata tentu tidak ingin lagi mendanai Barcelona yang nantinya akan bermain di Liga baru, kontestan baru yang semuanya masih dibawah rata-rata. Karena dari segi komersil, popularitas club akan menurun yang berakibat merosotnya nilai sponsorship mereka.

Ini pula yang harus menjadi pertimbangan rakyat Catalan jika ingin merdeka. mereka harus siap menerima status baru Barcelona, begitupula El Barca yang harus menerima semua keadaan yang nantinya akan terjadi. Rakyat Catalonia mungkin akan bahagia jika kemerdekaan dapat diraih, tapi disatu sisi, mereka yang merupakan fans Barcelona akan nelangsa melihat club bertabur piala tersebut harus memulai semuanya dari nol.

Kita tentu tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi nantinya, karena memang tidak ada keadaan yang pasti jika sudah menyangkut dalam masalah politik. Semua kemungkinan masih memiliki peluang yang sama besarnya. Dan perlu diketahui, tim nasional Catalonia sendiri sudah memulai pertandingan perdananya dalam sebuah laga eksebisi tahun lalu.

Kasus lain yang perlu diwaspadai oleh semua otoritas di Spanyol jika Catalonia benar-benar merdeka adalah, “latah”nya daerah lain yang mungkin saja akan menuntut hal serupa. Sebuah kekhawatiran yang perlu diwaspadai oleh semua pihak, mengingat etnis Basque kerap menuntut hal yang sama dengan rakyat Catalonia. Terlebih wilayah yang juga dihuni oleh club sepak bola Athletic Bilbao dan Real Sociedad ini sendiri memiliki pasukan bersenjata bernama Euskadi Ta Azkatasuna ( ETA ) yang berarti kebebasan dan tanah air Basque.

Namun, ada baiknya jika Barcelona menahan diri untuk merdeka. sudah semestinya pula mereka tetap berada di La Liga sembari berjuang bersama melawan penindasan, memercik api perlawanan terhadap ketidakadilan. Dan tentu saja, kita yang tadinya sudah kepalang bosan dengan kemegahan Barcelona dan Real Madrid di Spanyol tentu tak ingin semakin jengah jika La Liga hanya menyisakan Madrid saja sebagai penguasa tunggal.

Sekarang saja tak ada televisi ( berbayar apalagi gratis ) yang bersedia menyiarkan La Liga karena hanya menguntungkan kedua club tersebut, apalagi jika Barcelona merdeka dan keluar dari La Liga. Maka kiamatlah Primera Division dari segala sendinya.




4 komentar:

  1. Yeay... Merdeka
    La liga emank udah ga seru
    Terakhir nonton pas madrid raih la decima :(

    Sepakbola sekarang cuma komersil semata. Jadi,, udah kurang greget ngeliatnya. Efek udah lama ga liat sepakbola jg sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah namanya juga udah era industri kak. semua harus demi uang. heheh

      Hapus
  2. Nggak ngerti soal politik di Spanyol, Yang jelas, merdeka atau nggak, semoga ada kebijakan supaya Barcelona tetep di La Liga. Atau palingg nggak tetep di level seperti sekarang. Kesian ratusan anak La Masia kalo sampe Barca turun level...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sepakat. apapun yang terjadi barca memang harus di la liga ya bang

      Hapus