Jumat, 21 Agustus 2015

Manchester United: King Of PHP


Bursa transfer akan resmi ditutup pada 31 agustus mendatang, club-club Eropa pun sudah berbenah mulai dari jauh-jauh hari untuk menyempurnakan skuat sebelumnya. Tambal-sulam pemain pun sudah dilakukan untuk beberapa posisi yang  dianggap kurang kontribusinya oleh beberapa club Inggris yang telah memulai musim barunya dua pekan lalu, tak terkecuali Manchester United.

Salah satu club termahsyur dunia ini pun sudah mulai membidik pemain baru disaat kompetisi 2014-2015 belum juga berakhir ketika mereka resmi memboyong Memphis Depay dari PSV Eindhoven pada Juni lalu. Kedatangan Depay pun tampaknya membuat fans United sudah mulai membayangi pemain-pemain bintang lain yang akan datang selanjutnya.

Labilnya permainan MU musim lalu pun membuat pelatih mereka, Louis Van Gaal gerak cepat dalam mengambil ancang-ancang untuk merenovasi skuatnya dengan beberapa nama tenar yang tersebar di Eropa. Van Gaal dan fans United sudah menyiapkan pasukan bayangannya untuk mengarungi musim depan yang lebih berat. Terdapat nama-nama kondang yang masuk skuat MU tersebut,mulaidari kiper pengalaman sekelas Petr Cech hingga anak muda Britania penuh talenta, Harry Kane yang berhasil mencetak lebihdari 2 digit gol musim lalu.

Memiliki pemain belakang yang rapuh, Van Gaal tentu sadar dengan kebutuhan timnya,  dia pun dengan sesegera mungkin mendaratkan nama beken seperti Matt Hummels dari Dortmund, Nicholas Otamendi asal Argentina dan Sergio Ramos, bek tangguh milik Real Madrid. Cuci gudang ala Van Gaal pun tak hanya menghinggapi bek tengahnya, sang meneer pun menghadirkan nama baru dengan menunjuk Nathaniel Clyne dan Seamus Coleman untuk menjadi suksesor Rafael dan Luke Shaw yang suka terlambat turun ketika lawan menyerang dari sisi sayap United. 

Memiliki pemain sekelas Juan Mata nyatanya tak membuat Van Gaal merasa aman, dia butuh pemain yang bisa melapisi Mata ketika sang pemain dilanda cedera atau akumulasi kartu. MU yang memiliki pemandu bakat jempolan pun menemui pemain yang dimaksud oleh Van Gaal, dan akhirnya club pun menyetujui untuk mendatangkan Roberto Firmino dari Hoffenheim agar bisa menutupi beberapa celah dilini tengah permainan. Lapangan tengah setan merah pun tak hanya milikFirmino seorang, Van Gaal yang sedari dulu mengidamkan IlkayGundogan asal Jerman tanpa ragu mendatangkan pemain berdarahTurki tersebut yang dicap sebagai pengganti sepadan Michael Carrick yang semakin menua. Tidak hanya itu, club kota industri terbesar Inggris ini pun dengan sigap mendatangkan Pedro Rodriguez yang tak dapat tempat di skuat bintang Barcelona. Tak menentunya permainan Angel Di Maria musim lalu tampaknya menjadi alasan cukup masuk akal bagi pelatih Belanda tersebut untuk membawa Pedro ke Old Trafford dengan harapan agar permainan MU lebih menusuk kedalam dan memudahkan penyerangnya mencetak gol.

Sampai akhirnya, revolusi ala Van Gaal pun menyentuh lini vitalnya, yaitu striker. Van Persie yang musim lalu diterpa cidera panjang nyatanya tak mampu mengembalikan performa terbaik sekembalinya ia dari cidera. Memori indahnya bersama Van Gaal ketika membela Belanda di piala dunia Brazil pun tak berbekas sama sekali di “teater impian”, dan mau tak mau membuat Persie hengkang keTurki bersama Fenerbahce. Sadar dengan stok striker yang hanya menyisakan Wayne Rooney, Meneer pun langsung mengontak Harry Kane untuk menjadikannya striker utama United sekaligus pemain muda termahal Inggris. Kebutuhan mendesak akan penyerang tengah pun membuat Van Gaal tak hanya berhenti di Kane, radarnya yang tajam kembali menemukan striker top dalam diri Christian Benteke yang kuat dalam duel bola atas dan bisa menjadi tandem mematikan dengan Harry Kane.

Dengan terbentuknya skuat bayangan inisaja, kita bisa membayangkan bagaimana hebatnya Manchester United musim ini, tentu mereka tak akan lagidibantaioleh club sekecil MK Dons, atau mereka tak perlu repot-repot memberi kejutan kepada Antonio Valencia dan Ashley Young yang dimainkan sebagai bek kiri dan kanan. Akan tetapi skuat ini nyatanya hanya akan menjadi bayangan selamanya( atau setidaknya sampai musim ini berakhir ), Van Gaal dan jajaran direksi United nyatanya tak mampu menyinari bayangan yang telah ada dalam benak fans mereka, malahan, bayangan tersebut mendadak gelap gulita dengan sendirinya. Bahkan, dalam tempo seminggu saja, bayangan yang hendak menjadi cahaya dalam diri Otamendi dan Pedro pun menjadi padam seketika karena mereka diserobot club sekotanya, City dan rival asal London, Chelsea. Untuk kasus Pedro sendiri, ini bukanlah kali pertama Chelsea merebut pemain MU, mengingat pada 2004 lalu Chelsea pun mempraktekkan hal yang sama ketika membajak John Obi Mikel yang ironisnya sudah mengenakan seragam United dalam sebuah konferensi Pers.

Apa yang terjadi dalam pola transfer United ini memang cukup membingungkan. Mempunyai nama besar, pelatih hebat, dan bermain di Liga Champions ternyata tak cukup membuat MU disegani dalam bursa transfer musim ini, bahkan Liverpool yang tak bermain di liga Champions pun mampu membuat MU menyerah dalam perburuan tiga pemain sekaligus, yaituClyne, Firmino, dan tentu Benteke yang berhasil dibajak pada detik-detik terakhir. 

Ketika dalam satu sisi fans United dibuat gembira dengan keberhasilan clubnya mendatangkan Depay, Mateo Darmian, Morgan Schneiderlin, dan Bastian Scwensteiger, tapi dari banyak sisi ,hati mereka merintih dengan perih ketika dipaksa melihat tiga belas pemain incaran enggan berseragam setan merah, bahkan ada pula yang menyeberang kepusat kota Manchester dengan seragam biru mudanya, atau yang lebih memilih bergabungdengan rival tradisonal mereka, Liverpool.

Kasus yang menerpa Manchester United ini pun nyatanya berdampak buruk bagi pamor club sendiri. Segala sindiran yang mengundang gelak tawa penonton pun kini telah beredar luas di media dan dunia maya tentu saja, fans pun dipaksa untuk beralibi agar tak menjadi bulan-bulanan fans lainnya.Tak ada yang menyangka sebelumnya jika club sekelas MU di kebiri oleh tim-tim lain dalam perburuan pemain bintang.

Jika belakangan ini kita akrab dengan istilah“PHP” alias Pemberi Harapan Palsu, yang lagi booming di kehidupan sehari-hari, maka istilah ini pun tampaknya sudah menjalar ke ranah sepak bola dengan Manchester United sebagai aktor sekaligus korban utamanya, karena dari beberapa pemain diatas, mereka lebih memilih hengkang ke club rival United pada detik-detik terakhir keputusan, belum lagi ditambah fakta bahwa dengan pemain-pemain yang gagal dibeli saja, MU mampu mencetak formasi idaman pelatih manapun dan berharga cukup mahal tentunya. Fans tentu tak ingin menjadi korban PHP akut selama musim inibergulir, mereka masih memiliki satu harapan, dan harapan fans MU untuk bangkit dari keterpurukan perasaan pun terpatri dalam diri Thomas Muller yang digadang-gadang akan menyusu lSchwensteiger ke United.

Dengan segala hormat, rasa-rasanya saya ikhlas jika Muller akhirnya berlabuh ke Manchester United, tujuannya jelas,  agar psikologis fans mereka kembali normal seperti sedia kala. Sekalipun Muller tidak pindah ke United, ada baiknya ia menetap dengan Bayern Munchen dan mengacuhkan tawaran dari Chelsea, Manchester City, terlebih lagi Liverpool.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar