Jumat, 08 Mei 2015

Torres Malang Torres Yang Di Sayang



Harapan fans Liverpool untuk melihat pemain yang semakin mereka cintai akhirnya terwujud. Pada beberapa minggu yang lalu Fernando Torres kembali ke pangkuan club yang bermarkas di Anfield tersebut. Namun sayang kembali nya torres hanya untuk memenuhi satu pertandingan amal saja yang di prakarsai oleh Steven Gerrard dan Liverpool Fondation bukan untuk satu musim apalagi bermusim-musim.

Pemain yang biasa di juluki el nino ini menjadi pembelian besar Liverpool pada era Rafael Benitez di tahun 2007 dan langsung menebar benih-benih ciinta nya ke seantero Anfield dan fans Liverpool di seluruh dunia. Gelontoran gol yang ia cetak selama di Anfield sudah cukup membuatnya mendapatkan cinta dan kasih sayang dari seluruh Kopites walaupun dia tidak berhasil meraih satu pun trofi untuk tim kota pelabuhan tersebut.

Cinta, kasih sayang, kehangatan yang di berikan fans kepada nya tetap tidak membuat dia mendapatkan kepuasan batin dalam dirinya, kebutuhan setiap pemain akan trofi juara membuat torres mengkhianati Liverpool yang telah memberi nya cinta serta kehidupan dan menyeberang ke London bersama Chelsea yang tentu memberi dia uang yang lebih banyak dan trofi juara yang selama ini ia butuhkan.

Menyeberangnya Torres ke Chelsea tentu tidak bisa di terima fans Liverpool mengingat kedua club merupakan rival di kancah Premiere League. Fans yang sudah merasa kecewa tentu tidak bisa memendam kekecewaan terlalu lama, sehari setelah Torres menandatangani kontrak bersama the blues fans Liverpool langsung turun ke jalan, bukan untuk merayakan gelar juara tetapi untuk membakar semua atribut bernama kan Torres dengan penuh amarah dan caci maki, fans Liverpool di seantero alam mengamini dengan apa yang di lakukan saudara se-merah di Liverpool.

Keadaan pun di perburuk denngan fakta bahwa Torres menyelesaikan kepindahannya di saat detik-detik terakhir di tutupnya jendela transfer dan komentar yang seakan menyebut bahwa Chelsea lebih besar dari Liverpool (are you drunk, nando???)

Kegalauan fans Liverpool agaknya sedikit terobati dengan performa Torres yang menurun dan tak kunjung menanjak tiap tahunnya. Fans Liverpool mungkin merasa kalau dia sudah mendapatkan karma nya karena telah mengkhianati cinta “segerombolan” manusia padanya. Walaupun dia sempat mengangkat trofi Champions League dan Europa League tapi dia tidak benar-benar merasakan gelar nya karena dia jarang mendapatkan waktu bermain dan minimnya peran Torres di dalam tim, bahkan ada yang beranggapan bahwa Torres tidak benar-benar di cintai fans Chelsea.

Kisah romansa Liverpool-Torres seolah tidak bisa di lupakan mengingat dia selalu terbayang akan “rumahnya”. Menurut keterangan sang istri Olala Dominguez, Torres sering murung bahkan cenderung menangis ketika melihat Liverpool bertanding dari televisi dan dia pun sering curhat kepada sang istri mengenai Liverpool, Olala sering mengungkapkan bahwa dia dan sang suami sangat rindu dengan Liverpool, bukan hanya club tapi juga suasana kota dan sahabat-sahabatnya di Liverpool. London dan Liverpool adalah kota yang sangat berbeda dalam berbagai hal dan itu membuat kami sangat merindukan Liverpool. “cetus wanita yang sudah dari kecil menjadi kekasih Torres tersebut. Kecintaan Torres pada Liverpool bukan hanya sekedar mengenai sepak bola saja, tapi sudah memasuki seluruh sendi kehidupan pribadi nya.    

Uang 50 juta pounds yang di habiskan Chelsea untuk menebusnya jelas tak ber bekas, nihil gol dan di lepas ke AC Milan yang kemudian berakhir di Atletico Madrid yang tidak mengeluarkan uang untuk memulangkannya (koreksi jika saya salah). Tentu Chelsea merasakan apa yang di rasakan fans Liverpool sebelumnya tapi tentu dalam konteks yang sangat amat berbeda.

Awal januari lalu El Nino kembali ke rumah dalam arti yang sebenarnya, rumah dimana tempat dia mengenal sepak bola, rumah yang mengajarkannya menjadi striker top dunia dan menjadikan nya kapten termuda sepanjang sejarah club Atletico Madrid. Tersimpan fakta menarik bahwa pelatih Atletico sekarang Diego Simeone adalah pelatih yang semasa masih bermain di Atletico di kapteni oleh Fernando Torres yang ketika itu masih berusia 19 tahun.

Sehebat apapun pesepakbola, sebesar apapun club-club eropa yang pernah di bela tentu pada waktunya Atletico Madrid lah yang menjadi tujuan akhirnya. Mungkin itu filosofi Torres yang ingin di bagi kepada kita semua bagaimana dia tidak melupakan kampung halamannya dan kembali ke rumah besarnya di saat yang tepat.

Pulangnya torres ke Atletico secara tidak langsung juga ikut mengantarnya kembali ke Anfield dalam satu pertandingan amal, Torres seakan tidak puas jika hanya pulang ke Madrid dan dia pun melengkapi nostalgia indah nya dengan menerima tawaran Steven Gerrard untuk bermain di Anfield. Fans yang sudah sangat lama menantikan duet nya bersama Suarez sontak memberi sambutan hangat yang di iringi Chants untuk kembali mendukung “si bocah”. Tidak terlihat bekas kekecewaan fans atas sikap Torres pada masa lalu bahkan banyak dari fans Liverpool menginginkan dia kembali (termasuk saya).

Sambuatan luar biasa itu membuat Torres sangat emosional. “ thank you Liverpool supporters for everything you gave me in my career, you are just different class. It is a privilege to play in front of you again. Today I feel in peace with myself, hearing you singing my name is something I will never forget . from the bottom of my heart thank you so much Liverpool!!! #YNWA”. Itulah cuitan torres di akun Instagram pribadinya.

Meskipun dia telah lama meninggalkan Liverpool, walaupun dia pernah menyakiti hati fans Liverpool tapi dia tidak pernah benar-benar di benci, begitupun dia.
Gracias El Nino !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar